Kaksaacitya.com – Kebun misteri yang tumbuh subur di dunia webtoon lokal, terdapat cerita yang menggelitik imajinasi dan merambah ketegangan jiwa. Garden of the Dead Flowers menjadi perbincangan hangat dan kesukaan bagi para penggemar genre thriller yang mencari petualangan penuh misteri. Webtoon karya lokal ini akan membawa kita ke dalam lapisan penasaran yang tak terbendung. Mari kita gali lebih dalam untuk menyelami kegelapan yang menghantui keindahan bunga-bunga dengan pupuk “hidup”, di sebuah kisah yang menggoda keberanian.

Sinopsis

Suatu hari, ketika kakeknya ulang tahun, Mila membuat pesta kecil-kecilan untuk kakeknya. Ditengah pesta yang hanya dihadiri dia dan kakeknya itu, Mila mengikuti kucing hitam yang membuatnya penasaran. Tiba-tiba ia pingsan dan ketika terbangun, dia sudah berada di Batavia pada zaman kolonial Belanda dan melihat kakeknya membunuh seorang wanita. Kakek yang dia kira baik, ternyata membunuh gadis-gadis itu di tamannya lalu menanamnya hingga menjadi bunga-bunga baru.

Misteri yang Menggigit

Webtoon bergenre thriller ini sangat memacu jantung para pembaca. Bukan tentang penampakan hantu, melainkan pembunuhan. Benar, pembunuhan yang dilakukan lelaki yang diyakini Mila sebagai kakeknya ketika muda. Tak hanya ingin melihat peristiwa selanjutnya, Mila yang kembali ke masa lalu mulai mengubah sedikit demi sedikit keadaan dengan harapan kakeknya tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Setting kolonial masih sangat kental digambarkan dalam webtoon tersebut, dengan menampilkan kakek Mila yang seorang keturunan Belanda bercampur Indonesia menempuh pendidikan di sekolah milik Belanda. Stereotip kental yang tergambar akan kekejaman orangtua terhadap anaknya ternyata menjadi faktor utama “kakek” Mila memiliki kepribadian buruk.

Tak berhenti sampai disitu, sedikit demi sedikit kebenaran terungkap menjelang chapter terakhir. Siapa sangka bahwa “kakek” Mila memiliki kembaran yang identik. Tanpa terkecuali benar-benar sama. Hanya namanya saja yang berbeda. Tugas Mila yang ingin menguak kebenaran menjadi sangat sia-sia karena kembaran kakeknya tetap tidak berubah sampai akhir cerita dan menemui kematiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *