Kaksaacitya.com – Jika berbicara mengenai teknologi, tentu tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Selama peradaban manusia masih ada, teknologi pasti menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan. Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan teknologi terus berkembang, salah satunya adalah perkembangan digital. Perkembangan digital ini terasa sangat cepat sehingga menuntut penggunanya untuk ikut cepat dalam beradaptasi agar tidak tertinggal oleh kemajuan yang ada. Perkembangan ini mempengaruhi banyak hal, salah satu yang terpengaruh oleh perkembangan digital adalah kemudahan mengakses informasi yang semakin meningkat. Arus informasi yang deras, banyak informasi negatif, ujaran kebencian, dan hoaks ditemukan di berbagai platform media sosial. Maka literasi digital hadir untuk mengiringi derasnya arus informasi.

Literasi Digital dan Kecakapan Pengguna

Dikutip dari buku Risks and safety on the internet (2011) karya Livingstone, literasi digital merupakan keterampilan dan kompetensi yang dimiliki seseorang agar dapat dengan aman menggunakan dan memanfaatkan teknologi digital sehingga terhindar dari segala resiko buruk yang disebabkan olehnya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup pemanfaatan secara baik, bijak, cermat, cerdas, dan tepat dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari.

Literasi digital memiliki banyak manfaat diantaranya adalah meningkatkan pengetahuan dasar bagi masyarakat untuk membuka wawasan dalam beraktivitas di ruang digital secara produktif, kreatif, berbudaya, beretika, dan aman. Dengan literasi digital informasi terkini mudah didapatkan dan dibagikan dengan cepat. Literasi digital dapat meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi sehingga penerima informasi bisa lebih bijak dalam menanggapi informasi yang diterima. 

Informasi Negatif

Saat ini, hampir tidak ada orang yang tidak menggunakan internet dalam kehidupan sehari-harinya. Menurut laporan We Are Social, terdapat 204,7 juta pengguna internet di Indonesia per Januari 2022. Banyaknya pengguna internet ini yang menyebabkan mudahnya penyebaran informasi karena memberikan ruang bagi siapa pun untuk memproduksi dan mendistribusikan informasi. Penyebaran informasi dapat berupa konten-konten yang diunggah ke sosial media, tak heran jika sering ditemukan berbagai informasi negatif.

Salah satu informasi negatif yang banyak ditemui adalah informasi palsu atau hoaks. Sosial media sering disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi palsu, merugikan kredibilitasnya sebagai platform informasi. Terangkum mulai Agustus 2018 hingga awal 2022 terdapat 9.546 hoaks yang telah tersebar di berbagai platform media sosial di Internet yang ditemukan oleh Kominfo dan dari data Kemenkominfo menyebutkan bahwa ada sekitar 800.000 situs di Indonesia yang telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu.

Tidak hanya informasi palsu, ujaran kebencian menjadi salah satu informasi negatif yang banyak tersebar saat ini. Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) mengajukan 1.042 akun media sosial untuk diberikan peringatan karena diduga menyebarkan konten bermuatan ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Informasi yang mengandung ujaran kebencian dapat memunculkan hasutan untuk orang lain ikut membenci. Hal ini dapat membuat perpecahan dari beberapa pihak akibat masyarakat yang terprovokasi. 

Kunci Literasi Digital

Dengan literasi digital masyarakat dapat lebih bijaksana dan menghindari mendapatkan informasi yang mengandung hal seperti informasi palsu dan ujaran kebencian. Diharapkan literasi digital dapat menjadi acuan bagi pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital, bertujuan untuk memilah dan memilih informasi yang didapatkan, seperti menyaring informasi apa saja yang dibutuhkan dan informasi apa saja yang tidak dibutuhkan.

Melawan arus informasi negatif memerlukan peran aktif dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah melainkan juga masyarakat. Pemerintah dapat memperbanyak program literasi digital, hal ini perlu didukung oleh masyarakat untuk berpartisipasi dalam program yang diadakan pemerintah. Masyarakat perlu literasi digital agar memiliki keterampilan dan kemampuan dalam lebih cakap menggunakan teknologi digital yang semakin berkembang. Masyarakat perlu memilah dan memilih informasi yang begitu deras dengan bijak saat menerimanya. Sebelum menyebarkan informasi, masyarakat perlu mempertimbangkan kebenaran, kegunaan, dan kesesuaian informasi yang akan mereka sebarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *